GERBANGKRAKATAU.ID || LAMPUNG SELATAN – Rencana pembelian kendaraan dinas (randis) Pemkab Lampung Selatan melalui Bagian Umum Setdakab Lamsel senilai Rp9,7 miliar mendapat kritik dan sorotan keras dari tokoh masyarakat yang juga mantan legislator Nivolin, CH, SE.

Menurut Nivolin, pembelian randis baru diera kepemimpinan yang baru sebanyak 19 unit terkesan Pemkab Lamsel menampilkan kemewahan, sehingga tidak sejalan dengan kebijakan dan efesiensi anggaran program pemerintah pusat.

“Pengadaan randis terlalu mengada-ada tidak sejalan dengan kebijakan pusat, belum waktunya, manfaatkan dulu randis yang ada, pejabat jangan menari diatas penderitaan masyarakat,” ujar Nivolin kepada media, Kamis (6/3/2025).

Dia menambahkah, jika melihat kondisi ekonomi rakyat saat ini sedang sulit, maka tidak elok Pemkab Lampung Selatan mempertontonkan kemewahan dan sebaiknya pengadaan randis ditiadakan, lebih baik fokus untuk kesejahteraan masyarakat Lamsel.

“Manfaatkan dulu randis yang ada karena masih layak pakai, sekarang rakyat sedang menunggu program serta gebrakan pemimpin baru yang berpihak kepada rakyat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat itu seharusnya yang diprioritaskan, bukan randis baru,” tegas mantan anggota DPRD Lamsel periode 2009 – 2014 ini.

Diberitakan sebelumnya, Rencana pengadaan pembeliaan kendaraan dinas (randis) sebanyak 19 unit melalui Bagian Umum Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjadi buah bibir dikalangan masyarakat.

Betapa tidak, ditengah genacarnya Pemerintah Pusat melakukan efesiensi anggaran, justru Pemkab Lampung Selatan terkesan menghamburkan uang negara miliaran untuk pembelian randis Bupati dan Wakil Bupati Lamsel dan 4 pimpinan DPRD Lamsel sisanya untuk keperluan Pemkab Lainnya.

Padalah diketahui saat ini, randis milik Pemkab Lamsel yang digunakan untuk Bupati, Wakil Bupati Lamsel dan keempat Pimpinan DPRD Lamsel yang lama masih bagus dan layak pakai, jadi pembelian randis baru yang capai Rp9,7 miliar dinilai tidak urgen.

“Kami nilai, pembelian randis baru hanya menghamburkan uang negara miliaran, kita tau kondisi randis Bupati, wakil bupati serta 4 pimpinan DPRD Lamsel yang lama masih sangat layak pakai,” ujarnya Ketua Gerakan Anti Korupsi (GAK) Lampung Selatan Amin Suminta kepada media, Rabu (5/03/2025).

Menurut dia, harusnya Pemkab Lampung Selatan lebih bijak dalam mengelola dan menggunakan keuangan negara, jangan sampai kesan dimasyarakat luas karena Pemimpin baru, kendaraan dinasnya pun harus baru, sementara ini tidak urgen.

“Harus pembelian randis itu ditunda, prioritaskan untuk kepentingan masyarakat, karena randis yang lama masih layak pakai, jangan setiap pergantian pimpinan selalu membebani uang negara, kecuali randisnya sudah tidak layak pakai,” ujar masyarakat kalianda kepada media.

Berdasarkan informasi yang didapat, adapun 19 unit mobil yang akan dibeli diantaranya 10 unit Toyota Innova Reborn Type 2.4 G dengan kapasitas mesin 2.400 CC bahan bakan solar, ada 6 unit Toyota Innova Zenix Hybrid Type Q, mesin silinder 2000 CC, berbahan bakar bensin dan menggunakan transmisi otomatis (AT).

Lalu, satu unit Toyota Fortuner VRZ With GR Aero TSS SUV 4×2 kapasitas mesin 2800 CC,  berbahan bakar Solar dan menggunakan transmisi otomatis (AT) dan Dua (2) unit Toyota Hilux Double Cabin 4×4 type  Pickup kapasitas mesin 2400 CC dan berbahan bakar Solar serta bertransmisi otomatis (AT). (Tim).

ajax-loader-2x Mantan Legislator Kritik Pengadaan Randis Pemkab Lamsel, Nivolin: Rakyat Butuh Program Prioritas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.