GERBANGKRAKATAU.ID || LAMPUNG SELATAN –– Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Lampung Selatan bersama perangkat mendampingi Duta Swasembada Sekolah Hj Winarni Nanang Ermanto audensi dengan Universitas Saburai, Selasa (19/3/2024).
Audensi dengan Duta Swasembada Sekolah ini digagas oleh Universitas Saburai merupakan tindak lanjut pelaksanaan penelitian dan pengembangan kajian yang dilakukan oleh Universitas Saburai untuk selanjutnya dijadikan bahan masukan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan di Kabupaten Lampung Selatan.
Pelaksanaan penelitian dan pengkajian yang dimotori oleh BRIDA dan dikolaborasikan dengan beberapa universitas, salah satunya Universitas Saburai ini, adalah bagian dari kegiatan inovasi Klinik Inovasi Daerah (KISAH) BANG RADIN 2.0, yang merupakan kelanjutan dari Inovasi Kisah “Bang Radin” yang diinisiasi sejak tahun 2022 yg lalu.

Kegiatan Audiensi ini dipandu oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dra. Intji Indrawati, MH., dan dihadiri oleh beberapa perangkat daerah yang tergabung dalam Tim TPPS Kabupaten Lampung Selatan, diantaranya Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Dalduk KB, Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas Perikanan, Dinas PPPA, dan Dinas Koperasi UMKM. Adapun tim dari pihak Universitas Saburai berjumlah kurang lebih 15 orang, yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Saburai, Bapak Dr. Sodirin, S.E., M.M.
Hal tersebut dikatakan Kepala BRIDA Lampung Selatan Muhammad Yusup, S.STP, MM melalui Kabid Inovasi dan Teknologi BRIDA Lafran Habibi, S.T., M.T, Rabu (20/3/2024).

Menurut Lafran Habibi dialog interaktif dalam Audiensi ini membahas antara lain mengenai keberhasilan penanganan stunting di Kabupaten Lampung Selatan, strategi dalam mendorong penuntasan Anak Putus Sekolah melalui terobosan Swasembada Sekolah.
Kemudian kata dia, potensi pemanfaatan Kolam Retensi untuk peningkatan Ketahanan Pangan, serta Strategi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya Pernikahan Dini dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Lampung Selatan.
“Kegiatan kajian dan audiensi ini merupakan salah satu kegiatan dalam pelaksanaan Inovasi yang digagas oleh BRIDA Kab. Lampung Selatan di tahun 2024 ini, yaitu Klinik Inovasi Daerah ”Bang Radin” versi 2 (KISAH BANG RADIN 2.0),” kata dia.

Dilain sisi kata dia, Inovasi ini merupakan keberlanjutan dari KISAH BANG RADIN sebelumnya, dimana klinik inovasi ini sekarang tidak hanya terbatas mengurusi inovasi daerah.
“Tetapi juga mendorong pelaksanaan kajian-kajian yang dibutuhkan oleh seluruh Perangkat Daerah untuk mempercepat capaian target kinerja Perangkat Daerah khususnya yang ada di Kabupaten Lampung Selatan,” tutupnya. (Aan).
![]()
