GERBANGKRAKATAU.ID || LAMPUNG SELATAN — Komunitas Penggiat Mangrove yang ada di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mereboisasi muara benteng Way Urang Kalianda menjadi hutang mangrove. Pasalnya, setiap ada banjir masyarakat sekitar sering menemukan tulang tengkorak manusia yang berasal dari kuburan umum.

“Alhamdullilah 1500 bibit mangrove telah selesai kita tanam di Muara Benteng Way Urang Kalianda,” ujar Zaini Ketua Komunitas Penggiat Mangrove Lamsel, Sabtu (29/07).

Dirinya menjelaskan dalam kegiatan ini sekaligus untuk memperingati bulan Mangrove Internasional. Pihaknya juga di support dari berbagai element masyarakat sekitar dan Yayasan Waway Weste, Mahasiswa Unila dan di dampingi Dinas Perikanan Kabupaten Lamsel.

“Disini kami berkomitmen untuk bersama menanam dan merawat untuk menjadikan lokasi tersebut wilayah hutan mangrove di tengah Kota Kalianda,” jelasnya.

Kejadian Tsunami Krakatau tahun 2018 menjadi sejarah, banyak tanah-tanah pinggir pantai menjadi erosi, sehingga diperlukan langkah pemulihan fungsi sebagaiman mestinya yakni dengan melakukan reboisasi

“Bagaimana cara reboisasi nya yakni dengan cara menanam bibit Mangrove. Dan kita jaga bersama dan jadikan tempat tersebut menjadi hutan mangrove,” tambahnya.

Zaini yang sudah puluhan tahun bergerak di pencinta alam dan bergerak di lingkungan ini dengan jelas memaparkan bahwa hutang mangrove banyak fungsinya, selain untuk menahan erosi juga untuk kesejukan alam di sekitar hutan mangrove.

“Selain itu, hutang mangrove tempatnya perkembangan biota laut. Masih banyak manfaatnya. Dan kebetulan Muara Benteng Way Urang Kalianda salah satu yang memiliki potensi untuk dijadikan hutan mangrove,” ujarnya.

Zaini mengatakan bahwa dengan bibit sebanyak 1500 tersebut belum bisa memenuhi menjadikan lokasi tersebut menjadi hutan mangrove.

“Karena ini acaranya bisa dikatakan mendadak dan juga hanya menyiapkan bibit mangrove sedikit. Jelas ini perlu berkelanjutan apabila kita menginginkan adanya hutan mangrove di tengah kota Kalianda,” tutupnya. (red).

ajax-loader-2x Hari Mangrove Internasional, Sejumlah Komunitas Mereboisasi Muara Banteng Way Urang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.