Searchernews.com, LAMPUNG SELATAN – Sejumlah elemen dan masyarakat Lampung Selatan yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Rajabasa (GMPGR) menolak aktivitas pemanfaatan panas bumi oleh PT. Supreme Energi Rajabasa (SERB).

Bentuk penolakan itu renacanya KAPI, Sentral, LBH Sabusel, LMND Lamsel dan Masyarakat Adat dalam wadah GMPGR akan gelar aksi damai dan boikot PT. SERB yang akan melakukan ekploitasi dan ekplorasi panas bumi disekitar Gunung Rajabasa di Kecamatan Rajabasa Lamsel.

Menurut Ketua Komando Analisis Pemuda Indonesi (KAPI) Dedi Manda Putra menegaskan menolak PT Supreme Energi Rajabasa dan meminta kepada Pemerintah untuk membatalkan pinjam pakai kawasan hutan resgiter 3 Gunung Rajabasa.

“Tolak Supreme, hentikan proses pemanfaatan panas bumi di gunung Rajabasa. Bumi Air udara beserta isi yg terkandung di dalamnya untuk sebenar-benarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan modal,” tegas Dedi Manda kepada media. Senin (14/10/2019).

Dedi Manda menambahkan, Tolak dan tolak, Entah apa yang merasukimu PT.Supreme Energi Rajabasa, hingga kau ingin merusak gunung Rajabasa. Itulah kata yang Pas untuk menggambarkan rasa kekecewaan pada rencana pemanfaatan panas bumi di gunung Rajabasa.

“Menyikapi rencana percepatan pengembangan panas bumi di Lampung Selatan kami beri apresiasi, dengan cara menyuarakan penolakan dengan tegas dan tidak ada nilai tawar,” imbuhnya.

Kemudian lanjut Dedi, pihaknya meminta kepada PT. Supreme untuk tidak melakukan aktivitas dan segera angkat kaki dari Kabupaten berjuluk Khagom Mufakat ini.

“Silahkan PT.SERB pergi dari Lampung Selatan, sebab kami masih nyaman hidup berdampingan dengan gunung yg selama ini memberikan keberkahan bagi kami, jangan rusak alam ini biarkan tetap lestari,” jelasnya.

Lalu kata Dedi, Kami yang tergabung dalam GMPGR (Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Rajabasa) menyatakan sikap dengan tegas menolak rencana pemanfaatan panas bumi di Gunung Rajabasa Lamsel.

“Dengan tegas kami (GMPGR) Lamsel menolak, dalam waktu dekat berencana akan melakukan aksi damai dan boikot PT.Suprem Energi Rajabasa (SERB),” terangnya seraya GMPGR sebagai wadah kami (KAPI, Sentral, LBH Sabusel dan Masyarakat).

Hela senada dikatakatan Ketua SENTRAL Lili Suryana. Dimana kata Lili, pihaknya sepakat dan tetap menolak rencana pengeboran panas bumi di Gunung Rajabasa.

Sebab kata Lili, sebagain masyarakat Lamsel khususnya diseputar Gunung Rajabasa hidup dari hasil bumi yang bercocok tanam digunung tersebut, selain itu air bersih yang ada sebagian besar dari gunung rajabasa.

“Tolak, tolak dan tolak, Gunung Rajabasa adalah ibu kami Karena sumber hidup kami dari situ (Gunung Rajabasa), terutama untuk kesediaan air bersih. Jadi kita wajib menjaganya bukan malah dibor apalagi dirusak oleh PT. Supreme Energi Rajabasa untuk diambil panas buminya,” pungkasnya. (Aan).

ajax-loader-2x 'Save Gunung Rajabasa', Sejumlah Elemen Tolak Aktivitas PT. Supreme Energi Rajabasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.