Searchernews.com, Tulang Bawang – Diduga Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Tri Tunggal Jaya Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang lakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp150ribu per Wali Murid melalui pihak Komite Sekolah.
Akibatnya, sejumlah wali murid mengeluhkan pungutan tersebut dengan dalih meminta dana sumbangan untuk pembangunan Musholla sekolah.
Namun, pungutan dana sumbangan tersebut dianggap membebani wali murid apalagi yang kurang mampu dan pungutan terkesan adanya penekanan dan wajib harus dibayarkan ke pihak sekolah.
Padahal, jika berbentuk sumbangan seharusnya pihak Sekolah dan Komite tidak memberikan patokan jumlahnya melainkan secara sukarela dan ikhlas. Akan tetapi disitu jelas wali murid dikenakan sumbangan sebesar Rp150 untuk pembangunan Musholla.
“Terus terang mengenai biaya sebesar Rp.150 ribu kepada kami, kami merasa keberatan dan terbebani, karena biaya tersebut sudah di tentukan dan bukan secara sukarela,” cetus salah seorang wali murid yang minta namanya dirahasiakan.
Sementara berdasarkan keterangan salah seorang murid, MK mengaku telah membayar pungutan sumbangan itu kepada pihak sekolah secara mengansur.
“Saya baru nyicil Rp.50ribu, diserahkan kepada Ibu Wiwi guru kelas 5 A,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Siswa lainnya. Dimana sumber mengaku telah melunasi dana pungutan tersebut sebesar Rp150 kepada salag seorang guru, meskipun sedikit terpaksa dan kecewa.
Kemudian, dikonfirmasi, Kepala SD Negeri 01 Tri Tunggal Jaya, Samin membantah dan menyudutkan pihak komite terkait adanya pungutan dana sebesar Rp150ribu kepada wali murid. Sebab itu merupakan program Komite sekolah.
Bahkan dirinya berdalih, bahwa pungutan yang dilakukan pihak komite meruoakan hasil musyawarah bersama walimurid saat menggelar rapat.
“Beberapa waktu lalu pernah diadakan rapat musyawarah bersama, kalau saat rapat memang saya hadir tapi saat komite menyampaikan program mereka kepada wali murid, saya dan guru-guru lainnya tidak ada, jadi itu program komite bukan sekolah,” kilahnya saat dihubungi via telefon selulernya. Selasa (01/10/19).
Dirinya mengaku setelah rapat berjalan pihak komite menyampaikan hasil rapat tersebut kepada pihak sekolah tentang program pembangunan gedung mushola tersebut.
“Saya berpendapat selagi baik monggo saja, dan mengenai tarikan dana tersebut kata komite itu perwali murid sesuai jumlah wali murid yang hadir sebanyak 241 dari jumlah keseluruhan siswa 257 itu sudah ada berita acara kesepakatan dan sayapun sudah menghadap pak Kadis Nazarudin sekitar 10-15 hari yang lalu dan beliau memberi ijin secara lisan,” pungkasnya. (Tim).
![]()
