GERBANGKRAKATAU.ID || LAMPUNG SELATAN — Budidaya udang vaname selama ini identik dengan budidaya skala besar karena membutuhkan investasi dan biaya operasional yang cukup tinggi untuk setiap siklusnya.
Kendala dalam usaha budidaya udang di masyarakat selain dipengaruhi oleh keterbatasan dana juga disebabkan oleh minimnya pengetahuan terkait budidaya.
Hal ini membuat budidaya udang dengan skala yang kecil (skala rumah tangga) masih jarang untuk dilakukan.
Kepala Dinas Perikanan Lamsel, Dwi Jatmiko mengatakan melalui Inovasi ‘MAS RANGGA’ atau (Tambak Skala Rumah Tangga) merupakan inovasi Dinas Perikanan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang ada.

“Budidaya dengan sistem ini memiliki potensi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta dapat mengurangi angka pengangguran dapat menjadi usaha sampingan untuk membantu pendapatan ekonomi keluarga serta diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perikanan Lamsel Dwi Jatmiko, 29 Agustus 2022.
Dwi Jatmiko menjelaskan, permintaan pasar dan minat masyarakat yang masih sangat tinggi untuk budidaya udang serta dibutuhkannya pemenuhan terhadap target produksi udang nasional, membuat budidaya udang selayaknya harus dapat dijangkau dan dilakukan oleh semua masyarakat.
“Sehingga dengan adanya teknologi budidaya udang skala rumah tangga memungkinkan budidaya udang dilakukan oleh masyarakat dengan kemampuan modal yang terbatas,” jelasnya.
Kemudian lanjut Dwi Jatmiko, adanya inovasi ‘Mas Rangga’ ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya yang akan budidaya udang dilahan sekitar perkarangan rumah mereka.
“Pemanfaatan lahan sempit seperti pada lahan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu solusi agar dapat meningkatkan produktivitas budidaya udang khususnya di Kabupaten Lampung Selatan,” tutupnya. (Red).
![]()
