LAMPUNG SELATAN (searchernews.com) – Adanya Keluhan masyarakat khususnya Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan terkait Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) dan jalan berlubang, Ketua APDESI Rajabasa Khoiruddin Karya angkat bicara.
Sebab persoalan LPJU bukan hanya dikeluhkan warga setempat melainkan pengguna jalan seperti roda dua, karena hampir sepanjang jalan raya pesisir Rajabasa kondisi Lampu banyak yang rusak (mati) bahkan ada yang hilang, sehingga pada malam hari terlihat jalur wisata gelap gulita.
Bukan hanya itu, ada beberapa titik jalan rawan terjadinya kecelakaan lalulintas akibat tidak ada penerangan (LPJU) dan jalan berlubang seperti di Kelumpai Desa Canggung berbatasan dengan Desa Canti Desa Rajabasa dan Desa Sukaraja kondisi jalannya rusak parah (hancur).

“Harapannya selaku ketua APDESI Rajabasa, kepada Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas PUPR dan Diaperkim mempunyai perhatian khusus dengan Kecamatan Rajabasa karena ini merupakan jalur Pariwisata,” kata Khoiruddin Karya kepada media melalui telfone solulernya. Senin (1/10/2018).
Kepala Desa Betung ini menambahkan, Kecamatan Rajabasa merupakan sektor wisata baik air terjun dan pantai karena hampir setiap Desa memikiki tempat rekreasi pantai yang sering dikunjingi wisatawan baik lokal maupun luar Daerah bahkan Internasional.
“Persoalannya sekarang bagaimana Wisatawan mau masuk ke Kecamatan Rajabasa jika kondisi jalan yang sempit, berlubang dan gelap dimalam hari akibat LPJU tidak berfungsi, bahkan tidak terpasang,” imbuhnya.

Selanjutnya kata Kades Dua Periode ini, pihaknya bersama para Kepala Desa Se-Kecamatan Rajabasa sudah terlalu sering mengusulkan kepada Pemerintah.
“Kita dalam hal ini Desa atau Kecamatan Rajabasa sering mengusulkan kepada Dinas /Instansi terkait baik Pemkab maupun Pemerintah Provinsi akan tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki baik jalan maupun LPJU,” jelasnya.
Dilain sisi kata dia, setiap menjelang Pemilihan Umum, baik Pemilihan Legislatif, Pemilihan Bupati, Pemilihan Gubernur jalan lingkar Rajabasa sering digunakan sebagai alat untuk mendapatkan simpati masyarakat, namun kenyataannya tidak ada realisasinya.
“Padahal kita tau setiap momen Pilkada atau Pemilu jalan lingkar pesisir/Gunung Rajabasa ini selalu jadi konsumsi politik. Saya rasa kita jangan berharap lebih terhadap peningkatan sektor Pariwisata yang ada di Kecamatan Rajabasa ini jika Infrastrukturnya tidak diperbaiki dan memadai, karena wisatawan tidak nyaman jika melintas di Pesisir Rajabasa,” pungkasnya.
Reporter : Aan
![]()
